Category: Singapuraku

  • Adi Putra Tunai Ibadah Haji Bersama Isteri Pertama

    Adi Putra Tunai Ibadah Haji Bersama Isteri Pertama

    Pelakon Adi Putra berangkat ke tanah suci Makkah hari ini (29 Ogos) bersama isteri pertamanya bagi menunaikan ibadah haji.

    Adi memuat naik gambar beliau bersama isterinya, Aida Yusof, 41 tahun di laman Instagram beliau pagi tadi, menurut laporan Berita Harian Malaysia.

    Adi Putra, 35 tahun, turut memohon agar segala salah dan silapnya dimaafkan.

    Sebahagian peminat melahirkan rasa bersyukur dan mendoakan semoga urusan haji pasangan itu berjalan lancar.

    “Assalamualaikum, kami mohon ampun dan maaf kepada semua sekiranya ada kesalahan dan kesilapan. Dan kami ambil kesempatan di tanah suci untuk mendoakan kepada semua,” menurut catatan beliau.

    Dalam pada itu Aida turut dipuji kerana masih setia dan tenang di sisi Adi, meskipun suaminya baru sahaja mendirikan rumah tangga buat kali kedua.

    Sebelum ini, Adi mencetuskan kontroversi apabila tersebar gambar beliau bernikah dengan wanita yang bernama Norshahida Zolkafly, 33 tahun pada 20 Jun lalu, lapor Berita Harian Malaysia.

    Semasa mengadakan sidang media khas, Adi mengaku sudahpun bernikah buat kali kedua.

    Namun, tidak lama selepas itu, isteri keduanya dilaporkan antara 28 orang yang ditahan polis bagi membantu siasatan berhubung sindiket penyeludupan warga asing di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA), lapor BH Malaysia.

    Source: Berita MediaCorp

  • SCDF Advisory: Do Not Engage Spoof Calls Starting With ‘995’

    SCDF Advisory: Do Not Engage Spoof Calls Starting With ‘995’

    Since this morning, we have been alerted by members of the public who have received calls beginning with the number +65-995X XXXX, on their mobile phones. Do note that these calls were NOT made by the SCDF.

    Should you receive such calls, DO NOT provide your personal data such as: name, NRIC number, passport details, bank account or credit card details. You are advised to IGNORE such calls.

    For those who missed such calls, DO NOT return the calls as it will lead you to the SCDF ‘995’ Emergency Hotline. The SCDF ‘995’ hotline is for emergencies only.

    Members of public who receive such calls are advised to call the Police Hotline at 1800-255 0000 or submit information online at www.police.gov.sg/iwitness .

    Please help to share this information

     

    Source: Singapore Civil Defence Force

  • Seni Kompang Tak Dihomati Lagi Di Majlis Walimatulurus?

    Seni Kompang Tak Dihomati Lagi Di Majlis Walimatulurus?

    Ini bukan saya kata. Abang Bestman yang kata pada saya bila kompang disuruh berhenti untuk beri laluan kepada pengantin lelaki diperbodoh-bodohkan keluarga pihak pengantin perempuan…

    “Sekarang ni (kesenian) kompang dah tak dihormati”

    Saya setuju dengan abang.

     

    Source: Aee Muhammad

  • Mufti Fatris Bakaram: Apa Cara Yang Terbaik Untuk Tangani Ajaran Ekstremis?

    Mufti Fatris Bakaram: Apa Cara Yang Terbaik Untuk Tangani Ajaran Ekstremis?

    Muqaddimah Pertama: “Ibn Taimiyyah punca pemikiran ekstremis”

    Muqaddimah Kedua: “Saya memiliki dan membaca beberapa kitab karangan Ibn Taimiyyah”

    Natijah: “Maka, saya seorang ekstremis, atau penyokong golongan ekstremis”

    Saya rasa secara umum ada tiga pilihan yang boleh diambil oleh golongan agamawan.

    Pilihan Pertama: Sokong logika ini. Bawa dan bentangkan dalil bagi mempertahankan setiap satu dari Muqaddimah Pertamanya, Muqaddimah Keduanya dan Natijahnya. Berhujah membela “kebenaran” keseluruhan struktur logika ini.

    Pilihan Kedua: Dengan menggunakan kerangka dan proses mental yang sama, tolak logika ini dan tegaskan “kebatilan”nya, dan bentangkan dalil untuk mempertikaikan Muqaddimah Pertamanya, Muqaddimah Keduanya dan Natijahnya.

    (Pilihan Pertama dan Pilihan Kedua ini tidak sempurna jika yang memilihnya tidak “masuk gelanggang” untuk berlawan hujah)

    Pilihan Ketiga: Bersama masyarakat mengatur langkah seiring sekata untuk memperkasakan keupayaan intelek, agar umat ini tidak lagi terus-terusan terperuk di dalam pola pemikiran naif dan simplistik di dalam membincangkan isu-isu kritikal seperti ekstremisme dan terorisme.

    Saya pilih yang ketiga ini.

    Bagaimana?
    Ada teman-teman asatizah yang mahu bersama saya?

    Cuma perlu saya ingatkan, pilihan ketiga ini:
    -tidak mudah
    -memenatkan
    -mengambil masa yang lama
    -tiada jaminan berhasil sebelum kita tutup mata
    -sering mengundang kata-kata yang mengguris hati
    -tidak glamour

    Teman-teman asatizah, sanggup?

     

    Source: Fatris Bakaram

  • Martyn See’s 12 Tips For Political And Human Rights Activists In Singapore

    Martyn See’s 12 Tips For Political And Human Rights Activists In Singapore

    My 12 tips for Political and Human Rights Activists in Singapore.

    1. Read the law thoroughly, particularly the ones that the PAP will use to trip you up, namely Sedition Act, the new Contempt of Court law, Public Order Act (holding a public indoor forum featuring a foreign speaker is illegal), defamation laws, Films Act, MDA Licensing Scheme, Cooling-off Day regulations, Penal Code.

    2. Being an activist is a good way to filter your friends. If certain people start avoiding you, then you know they are not worthy friends anyway.

    3. Family members and close friends will try to dissuade you. They are usually the biggest fearmongers in your life. Listen politely but always follow your own conscience.

    4. Bear your own responsibility for your speech and action. Never implicate others.

    5. Live your life as you normally would. If you labour under the (imaginary) fear of being under constant surveillance, you already short-changed yourself and the people around you.

    6. Campaigning should be fun and energizing. If it becomes a begrudging chore or bore, take a break and recharge.

    7. Yes, there are government moles within the opposition ranks and in civil society. They usually have friendly and pleasant personalities. They are likely to stay in the background and will not be too strident in their political views, but will offer to photograph, video or take notes. Most people unwittingly allow them into their organisation because they are short of manpower. But do challenge these dodgy types to display a public commitment to the cause. Otherwise, keep them out of the inner loop.

    8. From time to time, organise leisure activities with fellow activists from other fields. Watch the tension, friction and squabbles dissipate, like magic.

    9. If you haven’t had run-ins with censorship or the police, the government probably does not take you seriously.

    10. Be thoroughly prepared for your home to be raided by the police one day, to face arrest, and most of all, to spend time in prison. To be at peace with such a prospect frees you up to speak your mind fearlessly and to make decisions without regret.

    11. Draw inspiration from the ones who have suffered and sacrificed so much before us. For example, whenever I think of what Chia Thye Poh, Said Zahari, Lim Hock Siew and their families had to go through, my own worries become embarrassingly trivial.

    12. Forget about the results and the rewards. These things are out of your control. Do the work because your conscience is pricking you and is keeping you awake at night.

    —————————————

    Your guide to dealing with police interrogations.

    http://singaporerebel.blogspot.sg/…/activists-speak-about-t…

    ——————————–

    Good night, and good luck.

     

    Source: Martyn See

deneme bonusu