Tag: Gay

  • Kembali Ke Fitrah: Mengapa Alfian Sa’at Ambil Hati Nasihat Dari Zulfikar Shariff?

    Kembali Ke Fitrah: Mengapa Alfian Sa’at Ambil Hati Nasihat Dari Zulfikar Shariff?

    Salam admin,

    Semalam Cik Zulfikar Shariff ada post di Fb nya satu nasihat yang datang dari Pergas sendiri. Dalam post itu juga Cik Zulfikar menasihati bahawa barang sesiapa yang menghadiri majlis bermaksiat harus berfikir akan akibatnya bila berdepan dengan Allah swt kelak. Dia menyeru mereka yang berniat untuk menghadiri majlis sedemikian untuk berdoa agar ajal mereka tidak tiba ketika melakukan sesuatu yang dimungkari Alla swt.

    Zulfikar Shariff - Guidance

    Pada pendapat saya, nasihat Cik Zulfikar tepat pada waktunya. Ianya satu peringatan bagi semua masyarakat Muslim supaya menjauhkan diri daripada kegiatan-kegiatan maksiat. Para ulama, guru-guru dan juga ibu-bapa, pada pendapat saya, juga memberi nasihat sedemekian.

    Tetapi Alfian Sa’at tidak dapat terima nasihat dari Cik Zulfikar. Kita semua tahu mengapa sebenarnya Alfian tidak setuju.  Tetapi apa salahnya seorang Muslim yang lebih pakar menasihati masyrakat umum yang mungkin, telah lupa akan dasar sebagai seorang Muslim.

    Alfian juga menuduh Cik Zulfikar sengaja menakut-nakutkan masyarakat.

    Alfian Saat 1

    Memang betul kata Cik Zulfikar. Kalau kita fahami yang dunia ini sementara, kita akan melakukan yang sebaiknya untuk megejar pahala untuk akhirat nanti.

    Mengapa Alfian tidak dapat makan nasihat? Mengapa harus ditindas nasihat kata-kata Cik Zulfikar itu? Sebagai seorang yang dikenali ramai lapisan masyarakat, Alfian mempunyai tanggungjawab menjadi contoh sebagai kepada anak-anak kita.  Memang diakui, Alfian seorang yang tersohor dalam bidang teater.  Namun, itu bukan bermaksud yang dia itu manusia serba sempurna, tiada dosa, dan mengetahui segalanya.

    Alfian juga berpendapat agar Cik Zulfikar lebih konsisten dalam menggunakan peringatan tentang kematian dan akhirat bila memberi nasihat tentang segala yang dimungkar Allah swt. Permintaan itu melampau. Apa tujuannya? Atau mungkin Alfian sendiri akur akan ketepatan nasihat Cik Zulfikar?

    Alfian Saat 2

    Mungkin, hati Alfian belum terbuka. Kita sama-sama mendoakan agar suatu hari nanti, Alfian diberi petunjuk dan kembali ke fitrah.

    Buat masa ini, saya harap anak-anak muda kita berfikir dengan lebih kritikal tentang isu LGBT ini, berlandaskan ajaran Islam. Jangan terikut-ikut sangat, biarpun kita kagumi bakat dan karya seseorang itu.

    Nasihat untuk membina, bukan untuk menghancurkan.

    Rashid

    [Reader Contribution]

     

  • The Chiongs: Documenting Their Same-Sex Marriage

    The Chiongs: Documenting Their Same-Sex Marriage

    About The Chiongs

    Our little family consists of me Mama Olivia Chiong, my wife Mommy Irene Chiong and our daughter Baby Zoey Chiong. This blog was started as a way for me to share my thoughts on our life together.

    Parenting in the most expensive city in the world is not easy. Same-sex parenting is of course just that little bit harder and more expensive. Since we have chosen to have a child in Singapore, we are well aware of the many challenges that lie ahead of us.

    Life is not meant to be lived in fear. I believe in living my life the way I want instead of living life the way others expect me to. Sure, we may face some obstacles along the way, but how can you know true happiness if you have not had to fight for it? As humans, our emotions play a big part in the ups and downs of our lives. Happiness is a state of mind that can only be achieved if you have known sadness. It is all relative.

    So thank you for coming to check out my blog. Stay a while, get to know us and feel free to ask questions. I can be reached at olivia (at) thechiongs.com

     

    Source: http://olivia.thechiongs.com

  • Conservative Singapore Not Ready For Same-Sex Marriage

    Conservative Singapore Not Ready For Same-Sex Marriage

    The Republic is not ready for same-sex marriage as the society is still “basically a conservative one”, Prime Minister Lee Hsien Loong said.

    While he noted the developments in developed countries, he pointed out the “considerable resistance” from these places too.

    “There is a trend in developed countries. In America, they have gay marriage. It is state by state. Not all states have agreed. In Europe, some countries have done it … but there was big considerable resistance,” said Mr Lee. “Even in America, there is a very strong pushback from conservative groups against the idea.”

    Mr Lee, who was interviewed by a group of journalists from around the region yesterday (June 4), was responding to ABS-CBN News Channel journalist Antonio Velaquez, who had asked for his views on gay marriage and whether Singapore is ready for it.

    Mr Lee said: “No, I do not think Singapore is ready … In Singapore, there is a range of views. There are gay groups in Singapore, there are gay people in Singapore and they have a place to stay here and we let them live their own lives. And we do not harass them or discriminate against them.”

    He added: “But neither, I think, if you ask most Singaporeans, do we want the LGBT (lesbian, gay, bisexual and transgender) community to set the tone for Singapore society. The society is basically a conservative one. It is changing, but it is changing gradually and there are different views, including views especially from the religious groups who push back … It is completely understandable.”

    The Government’s view is that “where we are … is not a bad place to be”, Mr Lee said. “There is space for the gay community, but they should not push the agenda too hard because if they (do), there will be a very strong pushback,” he added.

    “And this is not an issue where there is a possibility that the two sides can discuss and eventually come to a consensus. Now, these are very entrenched views and the more you discuss, the angrier people get.”

     

    Source: www.todayonline.com

  • Mohd Khair: Kaum Sodom Di Bumi Temasek

    Mohd Khair: Kaum Sodom Di Bumi Temasek

    Negara kita rapat dengan sebuah kuasa besar dunia yang juga merupakan pengeksport terbesar gayahidup kaum Sodom ke merata dunia.

    Negara tersebut menggunakan pelbagai taktik putar belit dan ancaman demi memaksa negara-negara lain menerima dan menjadikan gayahidup Sodom itu sebagai normal, ‘halal’ serta dilindungi undang-undang berdasarkan hak asasi manusia.

    Negara kita, Alhamdulillah, masih lagi mempertahankan undang-undang yang mengharamkan kegiatan seks luar tabii sepertimana termaktub dalam Seksyen 377A Kanun Kesiksaan (Penal Code). Dan kegiatan seks luar tabii ini adalah piala agung dalam gayahidup kaum Sodom.

    Namun, pada masa yang sama juga acara tahunan untuk mempromosikan gaya hidup kaum Sodom tetap dibenarkan di negara kita. Ini menimbulkan semacam percanggahan nilai terhadap nilai-nilai kekeluargaan yang dipertahankan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga (MSF) dan juga bertentangan dengan dasar perlaksanaan Seksyen 377A.

    Apakah ini permulaan negara kita mula tunduk dengan tekanan kuasa dunia yang rapat dengan negara kita?

    Atau apakah ini cara pihak berwenang untuk tangani tekanan dari kuncu-kuncu korporat kuasa besar tersebut agar negara kita tidak dipengapakan di peringkat ekonomi global?

    Harapan kami sebagai rakyat Singapura adalah apa yang diucapkan PM Lee Hsien Loong baru-baru ini di Istana semasa acara IRO itu adalah petanda yang pihak pemerintah akan terus mempertahan Seksyen 377A dan untuk pihak-pihak yang menghidupkan gayahidup kaum Sodom untuk mengakui dan menghormati bahawa sebahagian aspek sosial rakyat Singapura berkait erat dan tidak dapat dipisahkan dari aspek keagamaan yang kami anuti. Kedua-duanya itu tidak dapat dipisahkan.

    Pihak yang menghidupkan gayahidup kaum Sodom tidak boleh memaksa dengan cara terang-terangan mahupun cara licik pihak majoriti rakyat Singapura untuk menghalalkan gayahidup kaum Sodom itu dan menghapuskan Seksyen 377A.

    Dan inilah nampaknya yang sedang mereka itu lakukan melalui acara tahunan untuk mempromosikan dan mengagungkan gayahidup kaum Sodom.

    Apakah kita masih lagi tak nampak, atau buat-buat tak nampak?

    Kepada yang ingin Kembali Kepada Fitrah, silakan. Kami terima dengan tangan terbuka.

    Walau apapun, semoga ALlah melindungi dan mengampuni kita semua di atas perkara-perkara yang kita lakukan dan TIDAK lakukan mengenai perkara ini.

    Kita juga memanjatkan doa’ semoga negara kita tidak tunduk kepada tekanan demi tekanan dari pihak-pihak luar dari kuasa besar tersebut.

    Dan tidak kurang kritikal juga, sama-samalah kita berdoa semoga kita semua tidak ditimpa musibah bersebab adanya kaum Sodom di bumi Temasek ini.

    ALlah Maha Besar!

     

    Source: Mohd Khair

  • Munah, Hirzi, ShiGGa Shay, Inch Chua And Daren Tan Among Acts Lined Up For Pink Dot Concert 2015

    Munah, Hirzi, ShiGGa Shay, Inch Chua And Daren Tan Among Acts Lined Up For Pink Dot Concert 2015

    Held in conjunction with the annual Pink Dot rally, the Pink Dot Concert 2015 is set to bring Hong Lim Park to life with an exhilarating line-up of some of Singapore’s hottest local talents.

    Performers include YouTube sensations Munah and Hirzi, Project Superstar winner Daren Tan, singer-songwriters Inch Chua and Gentle Bones, hip-hop artist ShiGGa Shay as well as dance group Plus Point.

    IMG_20150529_074108

    Starting at 6:30pm on Saturday13th June, the Pink Dot Concert 2015 will conclude as participants come together in a sea of shimmering pink lights to form the iconic Pink Dot; a symbol of support for the freedom to love. Please remember to wear pink-coloured clothing!

    According to regulations governing Speakers’ Corner, only Singaporeans and Permanent Residents may participate in events held at Hong Lim Park. However, foreigners are most welcome to watch and observe the concert as well as the formation of Pink Dot 2015.

    Support the #FreedomToLove with Pink Dot SG: YouTubeFacebook | Instagram & Twitter: @PinkDotSg | Website | Social Media Campaign

    Hashtags: #PinkDotSg #FreedomToLove #WhereLoveLivesSg

     

    Source: http://popspoken.com