Tag: Hang FM

  • Hang FM: Allegations By Singapore Government Is Character Assassination

    Hang FM: Allegations By Singapore Government Is Character Assassination

    Following allegations that a Batam-based radio station has been spreading Islamic State (IS) propaganda, the management of the radio station is planning to meet Singaporean officials to explain the radio’s broadcasts.

    On Friday, the Singaporean Ministry of Home Affairs issued an announcement regarding the arrest of a number of its citizens in connection with IS under the country’s Internal Security Act.

    The announcement, which was posted on the ministry’s website, also mentions that one of those arrested, namely Rosli bin Hamza, acknowledged he was first exposed to IS’ radical teachings on the Batam-based radio station Hang FM.

    The radio’s station manager Abu Yusuf, alias Romi, said the Singaporean authorities should have crosschecked the information before posting such serious allegations on its website.

    “The allegation is character assassination of our radio station. How can we be accused of spreading IS’ teaching while what we convey is clearly against IS’ teachings,” Abu Yusuf told The Jakarta Post over the weekend.

    He said the concept of khilafa promoted by his station was clearly against the teachings of IS, because it referred to Quran verse 59 of Surah An-Nissa requiring obedience to Allah, prophets and leaders.

    “For Singaporean Muslim listeners, we also say that although their leaders are non-Muslims, they are leaders that they have to follow as long as they do not ban them from worshiping,” Hang FM’s public affairs manager Abu Azizah, alias Naldi, said.

    To protest the allegations, Abu Yusuf said representatives of the radio station would come to the Singaporean Consulate General in Batam on Monday to meet with consul Gavin Chay.

    “We will come to explain what exactly the radio station is,” Abu Yusuf said.

    Hang FM went on air for the first time in 2002 on the frequency of 106.00 FM and operates 24 hours a day.

    One of its three founders, namely Zein Alatas, is a former head of Bank Riau’s Batam branch.

    Abu Yusuf said the broadcast could be heard in Singapore and Malaysia. Many Singaporean listeners even gave donations to the station as alms. “Our broadcasts preach about good deeds,” Abu Yusuf said.

    Abu Yusuf also said that station staff members did not know the two arrested Singaporeans, Rosli Hamzah, 50, and Mohamed Omar Mahadi, 33.

    “If it is true that we are spreading IS teaching, why for the last 14 year have only two of them become our followers. This is indeed a baseless and irresponsible accusation,” he said.

    Separately, regional information and broadcasting commission (KPID) chairman Azwardi said that based on monitoring the commission had conducted early last month, the Islamic teachings broadcast on Hang FM were opposed to terrorism.

    “I think the accusation is wrong,” Azwardi said.

    He added that with regard to the accusation the commission had not yet received an official report or request to evaluate the content of the radio stations’ broadcasts.

    Similarly, Riau Islands Police spokesperson Adj. Sr. Comr. Hartono also said that the police had not yet received any official information regarding Hang FM’s involvement with IS sympathizers in Singapore.

    “No report has been filed to us on that,” Hartono said.

     

    Source: www.thejakartapost.com

  • Khairu Rejal: Manhaj Salafi Yang Dibawakan Hang FM Bukan Menyokong ISIS

    Khairu Rejal: Manhaj Salafi Yang Dibawakan Hang FM Bukan Menyokong ISIS

    Selalu jugak bila driving aku dengar Hang FM. Kadang-kadang bila ada pembentangan yang aku tak setuju (actually often jugak terjadi) dengan pandangan pembentang aku switch to IKIM (tapi IKIM pun dah banyak advertising dah). Bagi pendengar setia HANG FM (emphasis on “setia”✌️) cuba consider Fiqhul Waqi’ jadi tak semua kita terima 100%. Namun demikian, tak pernah aku dengar Hang FM cerita pasal ISIS …

    Oh ni ada orang dah cucuk cukup-cukup .. dia anti lepas tu dia cucuk lagi.Ingatlah. Kalau tak setuju dengan manhaj ni, pada aku takpelah … tapi kena ingat yang manhaj ini antara terawal menghukum khawarij kepada sesiapa yang membina jemaah dalam Islam kerana ini pada mereka memecahkan Islam. Mereka juga langsung mengharamkan pengeboman bunuh diri dalam apa-apa keadaan. Jadi tak betul untuk imply yang manhaj yang Hang FM bawa ini pro ISIS. Bersifat adil ..

    At a broader level, lepas spotlight “salafi, nak spotlight siapa lagi? “tabligh” pasal pergi India, Pakistan and Bangladesh or “sufi” consider the Sanusi movement or “syiah” pasal pro-Iran … apa lagi? Buka matamu, pandang lebih jauh kehadapan. Jangan jadi anai-anai …

     

    Source: Khairu Rejal

  • Manajemen Hang FM Batam: Singapura Provokatif, Justru Kami Menentang Kekejaman ISIS

    Manajemen Hang FM Batam: Singapura Provokatif, Justru Kami Menentang Kekejaman ISIS

    Pihak manajemen Hang 106.0 FM Batam, mengaku geram atas tudingan pihak Singapura. Singapura melalui Kementerian Dalam Negeri merilis mengenai kaitan dua warganya dengan ISIS setelah mendengar siaran radio Hang FM.

    Dalam siaran persnya, Kementerian Dalam Negeri Singapura jelas-jelas menyebutkan Rosli (50), seorang warganya yang ditahan diduga terlibat jaringan terorisme, kenal ISIS setelah menjadi pendengar Hang, sejak 2009 hingga 2014.

    Setelah itu ia kemudian hendak berangkat ke Suriah bersama seorang temannya bernama Omar. Namun keduanya kemudian ditangkap dengan tuduhan terlibat terorisme.

    “Pemberitaan itu tidak benar dan tidak memiliki dasar kuat, Singapura telah melakukan provokatif,” ujar Abdul Azizah, Humas Radio Hang FM saat dikonfirmasi batamnews.co.id terkait pemberitaan tersebut di studio Hang Mymart, Batam Centre, Sabtu (20/8/2016) malam.

    Naldi menegaskan, justru Radio 106.0 Hang FM selama ini menentang kekejaman ISIS, serta paham bersifat radikalisme.

    Selain itu, isi penyiaran radio juga berpedoman pada Undang Undang Penyiaran dan Standar program siaran yang dikaji dan diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kepri (KPID) Kepri serta mengacu kode etik jurnalistik.

    “Radio 106.0 Hang FM adalah radio dakwah Islam yang mengajak terus memahami ajaran Islam dengan benar sesuai Alquran, radio Hang FM mendakwahkan, serta mengajarkan umat Islam sebagai agama damai,” ujar pria disapa Naldi ini.

    Ia mengatakan, Hang juga mendukung program pemerintah dalam penegakkan HAM, “Serta radio Hang melepaskan diri dari gerakan gerakan radikal serta terorisme yang mengatasnamakan agama,” ujarnya.

     

    Source: http://batamnews.co.id