Category: Agama

  • 6 Hal Yang Diharamkan Rasulullah, Kini Dianggap Biasa

    6 Hal Yang Diharamkan Rasulullah, Kini Dianggap Biasa

    Enam hal yang diharamkan Rasulullah dan kini mulai dianggap biasa oleh sekelompok orang adalah:

    1. Perzinaan
    Al Hir artinya adalah kemaluan wanita. Maksudnya, perzinaan. Perzinaan merupakan hal yang haram, bahkan mendekatinya pun dilarang. Namun di zaman sekarang, perzinaan dikemas dengan berbagai nama. Yang personal disebut selingkuh dan menjadi salah satu fenomena yang semakin mudah dibaca di berita-berita. Ada juga perzinaan yang difasilitasi dengan sebutan “komersial” dan difaslitasi dengan tempat mulai yang semi permanen hingga hotel berbintang.

    2. Kain sutera bagi laki-laki
    Laki-laki diharamkan memakai sutra. Namun tidak sedikit orang yang tidak mengetahui larangan ini dan tidak sedikit pula kaum laki-laki yang melanggarnya. Dengan alasan, sutra adalah kain yang menggambarkan kelas pemakainya.

    3. Khamr
    Khamr alias minuman keras kini juga dikemas dengan berbagai nama yang mentereng. Selain itu, di sejumlah tempat –termasuk di Indonesia- peredaran dan penjualan khamr juga dilegalkan. Seakan-akan khamr adalah sesuatu yang halal.

    4. Alat musik
    Ini yang paling banyak dianggap biasa oleh banyak umat Islam. Berbagai jenis musik kini tersedia dan setiap hari diputar di televisi, radio, juga alat audio yang lain. Secara rinci, Syaikh Yusuf Qardhawi memiliki penjelasan terkait musik atau nyanyian apa yang diharamkan dan yang bisa ditolerir kebolehannya. Misalnya musik yang bernada syahwat, membuat orang berjoget dan syairnya bathil, maka itu jelas haram. Sedangkan lagu-lagu atau nasyid yang menyemangati perjuangan dan berisi seruan dakwah, maka yang demikian dibolehkan.

    5. Seruling
    Ini lebih khusus dari sekedar alat musik. Suara seruling secara khusus disebutkan Rasulullah sebagai hal yang diharamkan sehingga tidak ada ulama’ terpercaya yang membolehkannya.

    6. Tangisan keras saat musibah
    Boleh berduka dan menangis saat tertimpa musibah, namun tidak diperbolehkan tangisan yang keras alias meraung-raung. Namun di zaman sekarang, tangisan keras seperti itu sering terjadi pada orang yang ditimpa musibah.

     

     

    Source: Tarbiyah

  • Ini Cara dan Waktu Terbaik Cukur Bulu Kemaluan Sesuai Anjuran Hadits Nabi

    Ini Cara dan Waktu Terbaik Cukur Bulu Kemaluan Sesuai Anjuran Hadits Nabi

    Rasulullah mensabdakan kalau Istihdad (mencukur bulu kemaluan) merupakan satu diantara sunnah fitrah.

    “Ada lima hal yang termasuk juga fitrah : khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku serta memangkas kumis” (HR. Bukhari serta Muslim)

    Lima faedah istihdad sudah diketahui di jaman modern yaitu kebersihan terbangun, terlepas dari bau, sehat, tingkatkan sensitifitas waktu terkait, serta lebih higienis untuk wanita.

    Lantas ada pertanyaan, bagaimana caranya serta kapankah saat paling baik lakukan istihdad?

    Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan kalau istihdad dapat dikerjakan lewat cara menggunting atau memotong rambut ‘rahasia’ itu. Dapat juga dengan mencabut atau mencukurnya.

    Dari cara-cara itu, yang paling gampang serta nyaman yaitu mengguntingnya. Sebab bila mencukur dengan alat cukur, beberapa orang cemas dapat terserang kulit yang sangat peka di ruang itu.

    Sedang bila dicabut, jadi rasa-rasanya bakal sakit. Menggunting relatif aman serta tak muncul rasa sakit sekalipun.

    Kapan Waktunya?

    1. Saat yang Tepat
    Sayyid Sabiq menjelaskan, menggunting bulu ‘rahasia’ itu disunnahkan tiap-tiap minggu. Sedang maksimalnya, paling lama seorang diijinkan membiarkan bulu ‘rahasia’ itu selama empat puluh hari. Tak bisa lebih.

    Seperti hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu :

    “(Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berikan tempo pada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak serta menggunting bulu kemaluan supaya tak dilewatkan demikian saja kian lebih empat puluh malam” (HR. Abu Dawud serta Ahmad)

    2. Tata Caranya
    Mengenai tata langkahnya sesuai dengan saran Rasulullah SAW sebaiknya diawali dari bulu sisi kanan yang teratas lalu menyamping ke kiri.

    Hal yang terutama sebelum mencukur bulu kemaluan yaitu disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi sesuai sama sabda Rasulullah SAW:

    “Penutup pada pandangan jin serta aurat bani adam yaitu saat mereka masuk kamar mandi, mengatakan bismillah” (HR. Tirmidzi)

    Rasulullah mensabdakan kalau Istihdad adalah salah satu sunnah fitrah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Ada lima hal yang termasuk juga fitrah ; khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku serta memotong kumis” (HR. Bukhari serta Muslim)

    Istihdad ini berarti mencukur bulu kemaluan. Lima faedah istihdad sudah di ketahui di jaman modern yaitu kebersihan terjaga, terlepas dari bau, sehat, tingkatkan sensitifitas waktu terkait, serta lebih higienis untuk wanita. (Baca : 5 Hikmah Istihdad)

    Lantas ada pertanyaan, bagaimana cara istihdad serta kapankah saat paling baik lakukan istihdad?

    Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan kalau istihdad dapat dikerjakan lewat cara menggunting atau memotong rambut ‘rahasia’ itu. Dapat juga dengan mencabut atau mencukurnya.

    Dari cara-cara itu, yang paling gampang serta nyaman yaitu mengguntingnya. Sebab bila mencukur dengan alat cukur, beberapa orang cemas dapat terserang kulit yang begitu peka di ruang itu. Sedang bila dicabut, jadi rasa-rasanya bakal sakit. Menggunting relatif aman serta tak muncul rasa sakit sekalipun.

    Sedang waktunya, Sayyid Sabiq menerangkan, menggunting bulu ‘rahasia’ itu disunnahkan tiap-tiap minggu. Sedang maksimalnya, paling lama seorang diijinkan membiarkan bulu ‘rahasia’ itu sepanjang empat puluh hari. Tak bisa lebih.

    Seperti hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu:

    “(Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) memberi tempo pada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak serta menggunting bulu kemaluan supaya tak dilewatkan begitu saja kian lebih empat puluh malam” (HR. Abu Dawud serta Ahmad)

    Wallahu a’lam bish shawab.

     

     

     

    Source: Infomoeslim

  • Komentar: Isu Banning Mufti Menk

    Komentar: Isu Banning Mufti Menk

    I have told myself to avoid commenting on specifics with regards to Islam in my posting but the recent resurfacing of the ban on Mufti Menk made me decide to do otherwise.

    Firstly, Mufti Menk comes from Zimbabwe, a majority (87%) Christian country where he is the chosen Muslim leader recognized by the Government of the country and the majority Christian masses. Surely, if he is intolerant towards Christians as the ban seems to imply, he would not have continued as the Mufti of that majority Christian country.

    I have personally met Mufti Menk when he visited and spoke in Singapore before. Personally i have never heard him prior to that chanced meeting although i have heard about him from others. He paid an unplanned visit to Irsyad while i was still working there. He was all praise for Singapore then. In fact he gave some advice to us to be grateful for having our Government. In his opinion the Government is just and have the people’s interest in mind. He was most impressed liked many visitors do of our physical landscape, its upkeep and cleanliness. These things he commented are more reflective of the real Islamic values being lived by collectively here and that most Muslim countries sadly failed miserably from doing likewise.

    I was told by friends that his banning was supposedly driven by some minority Muslim groups who seemed more interested to demonise him for their own personal sectarian interest rather than about the issue of wishing Christians Merry Christmas during Christmas. That was just a convenient alibi.

    It is really sad the the Government resorted to banning a well known popular Islamic preacher like Mufti Menk that i can confidently say majority Muslims in Singapore admired with his beautiful eloquent English language and respectful tolerant preaching, which many non-Muslim too who attended his talks can testify. By the way, his event here in Singapore was very well attended.

    From what i heard, his advised to Muslims is misunderstood, as we may not want to only wish our Christian friends, neighbours, colleagues, etc., using the words Merry Christmas. This is because the celebration of Christmas for believing Christians is closely associated to the concept of the birth of the Christian deity (God) in the person of Christ which unfortunately goes against the way we Muslim accepts Jesus, only as one of the mightiest Prophets of God.

    Having said this, we are most certainly encouraged to shower best wishes, gifts, etc., of all other kinds and in many more other acceptable ways on that Day to Christians if we chose to do so. I believe any Christian would fully understand, appreciate and not demand of Muslims to only wish them Merry Christmas just as it would be wrong of Muslims to demand non-Muslims to recite the supplication we do for one another invoking the name of Allah on Hari Raya.

    Finally, we must learn to understand and tolerate differences as ultimately fundamental differences between religions do exist just as there are similarities that we would rather talk about. All these are done in the true spirit of respect towards each others freedom and choice of religion. This respect towards other religion is fundamental for Muslims as in Islam there is no compulsion in religion and religious diversity is recognized and we are demanded not to say or act towards other believes disrespectfully.

    With regards to the matter of wishing one another on our own religious holy day, we should be more understanding and tolerant towards those who chooses to just wish us well or the best of health and spirit on that day or even those who chooses to remain silent, and able to live and let live rather than demand of one another to wish only as a believing devotee would.

    May our Government reconsider the ban on Mufti Menk after seeking clearer informations and insights or even having a dialogue with him. May wisdom and reason prevail over shallow thinking and misguided parochial advise.

     

     

    Source: Damanhuri Abas

  • Nak Berhijab Ke Tak?

    Nak Berhijab Ke Tak?

    “Kenapa kau asik pakai tak senonoh je.. bila kau nak tutup aurat??”

    Almost everyday, aku membebel dengan dia.

    “Nampak cleavage laaaaa.. tak malu eh?”

    “Diyaaaaam ar..!!!”

    “Orang cakap baik2.. tanak dengar. Lantak kau la”

    Aku selalu doakan.. hopefully.. one day dia akan tutup aurat. Aku sayang dia sangat2.. and aku takut dia makin selesa tak tutup aurat.

    Ramai ladies are blessed with beautiful hair, skin and body. And its difficult untuk our species hide our flawlessness.

    Satu masa dulu, aku dengan arwah adik aku suka buat rambut.
    Every 6 months, kita tukar hairstyle.
    Beratus duit habis atas rambut.
    Kejap perm. Kejap rebond.
    Kejap merah. Kejap hijau. Kejap perang.
    Kejap panjang. Kejap pendek.
    Jahanam rambut.

    Tiap kali tukar hairstyle, rasa macam supermodel keluar dari saloon.
    Ada angin tau.. macam heroine hindustan..
    Feel so so pweety..

    Aku mula berhijab seriously sejak umur 21 tahun. And sepanjang aku berhijab, ramai yang nak tengok rambut aku. Aku ni vain. Suka sangat orang puji. And masa baru2 berhijab, tempted giler nak tunjuk orang gambar2 aku yang tak berhijab.. especially kalau yang nak tengok tu kawan2 lelaki.

    “Nak tunjuk ke tak eh..”

    Berkali2 soalan tu bermain dalam otak aku..

    And usually aku akan tanya dia..

    “Kau gila eh? Baik takyah pakai tudung kalau nak tunjuk! Selenge sak..”

    Ye tak ye eh..

    Fast forward, one day.. dia duduk depan cermin and tetiba mengamuk.. ramas shawl and buang atas katil. Mata dia berair. Geram.

    Aku nampak dari jauh.. and masuk bilik..

    “Kau da kenapa?”

    “Aku tak tau pakai.. pakaikan pls..”

    “K.. aku gosokkan balik eh?”

    Sambil aku serkup kepala dia..
    Aku pinkan bawah dagu dia..

    Dia kata..

    “Bhen.. Allah paksa aku berhijab.. finally aku berhijab”

    She broke down..
    Aku was so heartbroken..
    Dia berhijab lepas chemo..
    She lost her beautiful hair..
    Aku hugged dia kuat2..

    “Tak semua dapat peluang ni Zah.. ramai yang masih hanyut..”

    “Yea.. aku bersyukur sangat2.. Allah sayang aku..”

    Bila kau nak berhijab?

    Tell me..

    Nak tunggu sampai Allah “paksa”?

    Or nak tunggu sampai da tak bernyawa..?

    Jangan biarkan kain kapan jadi hijab kita yang pertama..

    Belum ready? Bila akan ready?
    Belum baik? Perintah berhijab is baligh.. bukan baik.

    May Allah SWT makes us amongst those yang suka nak tutup aurat..

    Tutup aurat ni bukti cinta kita pada Allah SWT..

    Kita dengar perintah Allah.. dan kita ikut..
    No questions..
    No arguments..

    Makin cantik perempuan.. makin patut dia sembunyikan kecantikan dia..

    And the bad news is.. kalau namanya perempuan, memang Allah da jadikan cantik..

    Tutuplah aurat.. sebelum terlambat..

    Today aku dapat 2 PM on someone yang baru diagnosed with cancer. Every other day, mesti ada.

    Tunggu apa lagi? Life kita terlalu short. Kita takde masa da..

     

     

     

    Source: Khainis Tahir

  • Adakah Solat Kita Sah? Mari Kita Kaji Syarat Sah Solat

    Adakah Solat Kita Sah? Mari Kita Kaji Syarat Sah Solat

    Bukan bermakna syarat sah solat ini untuk orang yang mudah lupa sahaja. Ia adalah untuk semua orang Islam. Anggap pengetahuan ‘basic’ itu sebagai ulangkaji untuk kita semua. Kita selalu mengerjakan solat. Kita seronok bersolat. Tapi sedarkah kita apakah syarat sah solat itu sebenarnya? Mari kita ‘refresh’ pengetahuan kita berkenaan syarat sah solat. Syarat sah ini adalah dipetik dari kitab Munyatul Musolli (Idaman orang yang Solat) karangan Syeikh Daud bin Abdullah Al-Fathani. Orang yang memelihara dan mendirikan solat adalah merupakan hamba Allah yang mencari kemenangan. Untuk memperolehi nikmat kemenangan di dalam solat, seseorang itu haruslah memelihara segala syaratnya.

    • Mengetahui Masuk Waktu Solat
      • Seseorang itu harus mengetahui masuknya waktu solat dengan penuh yakin atau separuh yakin (zhan) bagi setiap waktu yang hendak dikerjakan
      • Tidak sah solat sekiranya seseorang itu tidak mempunyai ilmu untuk mengetahui waktu masuknya sesuatu solat wajib yang hendak dikerjakan.
    • Kiblat
      • Mengetahui arah kiblat yang menjurus ke arah Kaabah
    • Menutup Aurat
    • Lelaki – Menutup aurat antara pusat dan lutut
    • Perempuan – keseluruhan tubuh melainkan muka dan tapak tangan
    • Mengetahui Cara Mengerjakan Solat
      • Dengan mengetahui rukun dan sunat di dalam setiap pergerakan solat
    • Bersih dari Hadas
      • Bersih dari hadas kecil dan hadas besar
    • Bersih dari Najis
      • Bersih dari najis yang tidak dimaafkan pada tubuh, pakaian dan tempat solat
      • Tidak boleh bersentuh najis dengan sebahagian dari badannya
    • Berhenti dari berkata-kata
      • Berhenti dari mengeluarkan kata-kata dengan sengaja selain dari bacaan Al Quran, zikir dan doa
      • Solat adalah batal walapun berkata-kata dengan dua huruf
    • Meninggal atau melebihkan Rukun
      • Meninggalkan atau melebihkan rukun perbuatan dengan sengaja seperti sujud tiga kali atau rukuk dua kali
      • Wajib meninggalkan perbuatan yang bukan perbuatan solat seperti melompat, memukul dan melangkah secara berturut-turut

     

     

    Source: Islam Itu Indah