Tag: Riau

  • Riau Declares Emergency As Haze Worsens

    Riau Declares Emergency As Haze Worsens

    Indonesia has declared a haze emergency in Sumatra’s Riau province, as the choking smoke surged way past already hazardous levels and forced thousands to flee Pekanbaru, Riau’s capital, which is about 280km away from Singapore.

    The deteriorating situation – the result of forest fires in Riau, Jambi and South Sumatra provinces – prompted President Joko Widodo to instruct the police and armed forces chiefs to deploy additional personnel to help combat the haze.

    Mr Joko, who is on an official visit to Qatar, also warned in a statement yesterday that the government would take harsh legal action.

    “I have also told law enforcers to take stern action against those who are responsible, including confiscating land licences and forestry permits,” he said.

    In Singapore, the 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) readings hovered within the unhealthy range (101-200) throughout yesterday and are expected to worsen. At 9pm, it ranged between 133 and 166. The three-hour PSI was 249.

    Mr Chia Aik Song, an associate scientist with the Centre for Remote Imaging, Sensing and Processing at the National University of Singapore, said that while it was difficult to predict how the haze would develop, he noted that a dry spell would worsen the situation. “As long as there is not enough rain to put out the fires, the threat of unfavourable winds bringing smoke from Sumatra across the Strait of Malacca to Singapore will persist.”

    The 24-hour PSI is predicted to be in the mid to high sections of the unhealthy range but may deteriorate into the low section of the very unhealthy range (201-300) today, said the National Environment Agency (NEA) yesterday evening. Environment and Water Resources Minister Vivian Balakrishnan spoke with Indonesia’s Environment and Forestry Minister Siti Nurbaya Bakar yesterday afternoon to further express his concern over the haze situation.

    According to the NEA, he also reiterated Singapore’s offer of help, which Indonesia has so far declined. Ms Siti said she would consult President Joko again on the offer. She also agreed to share the names of companies suspected of causing the fires when they are confirmed.

    Singapore’s Ministry of Education has activated haze management measures and will consider closing all schools if the air quality is at the hazardous level, it said on its website.

    In Malaysia, the government has ordered schools in Kuala Lumpur, Selangor, Putrajaya, Melaka and Negeri Sembilan to be closed today. Air Pollutant Index readings as of 11pm yesterday showed that air quality in Kuala Selangor had reached a dangerous level of 207, while readings for the rest of Selangor hovered around the 170 range.

     

    Source: www.straittstimesc.com

  • Hilangnya Khazanah Melayu Tulisan Jawi

    Hilangnya Khazanah Melayu Tulisan Jawi

    Atan Flybaits
    Atan Flybaits

    Kita telah kehilangan satu khazanah sastera Melayu yang di bena dengan penat lelah oleh ahli sastera sebelum kita, ia itu’ Tulisan Jawi’ dan tiada seorang sasterawan kita yang merasa kecewa tentang kehilangan itu melainkan Presiden Yusuf, kerana beliau lah yang membena akhbar Utusan Melayu yang di tutup oleh pemerintah PAP – di waktu yang akan datang kita akan kehilangan bahasa melayu jika kita tidak berusaha dari sekarang, kebanyakan anak anak melayu sudah tidak selesa menggunakan bahasa surat , mereka hanya menggunakan bahasa melayu pasar yang mana nahu nya tidak di penting kan

    Tulisan jawi ini terkubur bersama sekolah sekolah melayu sewaktu pemerintah PAP menutup semua sekolah ehtnic termasuk sekolah Melayu, Tamil dan Cina, tapi sebahgian dari sekolah Cina di jadi kan sekolah sekolah SAP dengan tujuan menghasil kan orang orang elit Cina sekali gus memurni kan bahasa dan buday Cina, manakala dengan penutupan sekolah melayu kita telah kehilangan Tulisan Jawi dan dalam proses kehilangan Bahasa Melayu.

    Sewaktu PAP baru menjadi pemerintah dulu, mereka kata negeri ini akan di tadbir berdasarkan empat ethnic group, ia itu Melayu, Cina, Indian dan Tamil, tapi kelihatan nya sekarang dari polisi immigresen dan permit kerja, kita nampak polisi mereka meminggirkan orang orang berketurunan melayu, lalu kalau di zaman 60an dulu peratus penduduk melayu beranggaran 16% sekarang sudah kurang dari 14% tapi masih tak ada suara dari ketua ketua kita

    Apa kah polisi negara ini sudah berubah dari meritokrasi dan transparen kepada sweeping everything under the carpet.

    Atan Flybaits

  • Dua Remaja Indonesia Dijual kepada Lelaki Singapura

    hqdefault

    Batam: Dua remaja belasan tahun berhasil diamankan polisi dari sebuah hotel di kawasan Nagoya, Batam, Kepulauan Riau. Keduanya merupakan korban perdagangan manusia.

    Dua remaja ini masing-masing berusia 15 tahun dan 14 tahun. Keduanya baru saja diselamatkan oleh petugas Polsek Lubuk Baja, Batam, dari sebuah kamar hotel. Kedua korban asal Sukabumi, Jawa Barat, ini berhasil kabur setelah salah korban meminta izin kepada mucikari untuk keluar membeli makan, kesempatan itu dimanfaatkan remaja ini untuk melapor ke polisi.

    Menurut kedua korban, mereka awalnya ditawari akan bekerja di tempat karaoke sebagai penjaga relasi, namun belakangan keduanya justru dipaksa untuk melayani lelaki hidung belang asal Singapura.

    Selain mengamankan dua orang korban, petugas juga berhasil menangkap pemilik karaoke, pegawai karaoke, serta seorang warga negara Singapura yang memesan korban.

    Saat ini kasus perdagangan orang ini masih ditangani oleh polisi dan akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak KPA Kepulauan Riau.

    Source: Metrotvnews.com