Category: Agama

  • Terrorist Attack On Mosque – Canadian Prime Minister Courageous, Should Be Emulated By Other Leaders

    Terrorist Attack On Mosque – Canadian Prime Minister Courageous, Should Be Emulated By Other Leaders

    Canadian PM, Justin Trudeau, called the shootings on the Quebec mosque as a terrorist attack on Muslims. There have been many attacks on innocent and defenceless Muslims around the world but this is the first time that a PM of a country has actually publicly condemned the acts as acts of terror.

    It takes a lot of courage for a leader to do this because of the potential political backlash from the majority of their countries.

    But the Canadian PM was brave. What he has done is show that Muslims also suffer from terrorist attacks.

    Unlike Donald Trump who has chosen the easiest and misguided ways to combat crime and terrorism simply by isolating the US and marginalising minority and migrant communities, Justin Trudeau has taken the enlightened, inclusive route.

    The rest of the world should learn this lesson from Trudeau.

     

    Amirul

    Reader Contribution

  • Q&A – The Muslim Perspective On Chinese Traditions

    Q&A – The Muslim Perspective On Chinese Traditions

    # Q&A on CNY (Chinese New Year) Celebration ~ answered by Ustaz Hamzah Jummat

    Question 1:

    Assalammualaikum Ustaz,

    What about these questions?

    Can I accept but don’t give gifts e.g. red packets, oranges, presents for other occasions like birthdays or Christmas as well? Or do I have to reject them?

    Can I attend (just be present, but not attend the offerings ceremony) my parent’s or relatives’ funeral/cremation if they were to die?

    During the wedding, is the tea ceremony to offer tea to the elderly allowed?

    I hope your clarifications can help.

    Awaiting for your kind respond.

    JazakALlahul Khairan Kathiran.

    Regards & Salam
    Wendy Ong

    Answer for Question 1:

    Wa’alaykumussalaam wa rahmatuLLaah,

    Bismillah walhamdulillah wassolaatu wassalaam ‘alaa Rasulillaah wa aalihi wa ba’d,

    1. According to some scholars of Islam, as you may read below, it is permissible to accept. But some others were of the view that it is not permissible, and they all unanimously agreed that it is prohibited to give. Please read below. The reason for their dispute in accepting gifts is to those who permitted, one who accept does not in any way commemorate the occasion, whereas those who disallowed viewed that accepting inevitably means agreeing and contributing to the commemoration of the occasion. Wallaahu a’lam. The best is to avoid and even if one were to accept, it is better to explain, since if one were to just accept without explaining one’s stance in this matter, the giver will continuously gives on the occasion on a yearly basis and it becomes a form of observance of the occasion. Wallahu a’lam

    2. Whatever involves rituals and practices or activities related to ways and beliefs not from Islamic teachings, and especially so when they are related to false beliefs against the teachings of Islam. It is obligatory for a true muslim to avoid. The verse in Soorah al-Furqan: 25:72: “And those who do not witness falsehood [al-zoor]…”. Even without doing them and yet to be present when they are being performed is falsehood and a wrong doing. So you are not to be present at the place where they perform the rituals and the procession of the Final Respect and not also the Cremation. But it is permissible for you to be near without having to witness all these. Wallahu a’lam.

    3. I do not know of this ceremony if it has any false belief intertwined with it. If it is just a manifestation of filial piety and respect for both parents, it is permissible Inshaa Allaah, wallaahu a’lam.

    #cny #aqeedah

    Source: http://www.al-jamaah.sg/2016/02/2-questions-on-cny-chinese-new-year.html

    Channel Telegram – https://telegram.me/islamIQsg
    ☢ Channel YouTube – https://www.youtube.com/IslamIQsg

     

    Source: Islamic SG

  • 9 Cara Mengatasi Putus Asa Untuk Berdoa Kepada Allah

    9 Cara Mengatasi Putus Asa Untuk Berdoa Kepada Allah

    Ketika kita ada masalah, atau sedang diuji apa yang akan diharapkan oleh seorang hamba adalah meminta pertolongan Allah. Antaranya dengan berdoa, menunaikan solat Taubat, bangun malam, berzikir dan sebagainya.

    Namun, hati semakin sempit apabila semakin lama berdoa, semakin rasa doa kita tidak didengar dan tidak dimakbulkan Allah SWT. Hati rasa semakin tawar hati dan menghampiri perasaan putus asa.

    Walau hakikatnya, sebagai umat Islam kita tidak boleh berputus asa, namun hati yang sempit dan tidak bertuhankan Allah ini mudah benar berasa putus asa. Firman Allah, “….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” Surah Yusuf, ayat 12

    Walau dihampar dengan 101 petikan ayat Al Quran dan hadis supaya jangan berputus asa, hati yang sempit itu tidak mampu menghadamnya yang membuat hati berasa tenang dan terus berharap untuk berdoa.
    Baca 5 cara ini. Moga ia menjadi pembangkit semangat untuk kita terus berharap dan meminta pertolongan Allah untuk hadir dalam masalah kita.

    1. Allah ya Sami’ (Yang Maha Mendengar) sentiasa dengar rintihan kita

    Sedarilah Allah tidak pekak. Allah ya Sami’ adalah salah satu daripada 99 nama-nama Allah. Andai kita ada sahabat yang merupakan pendengar yang baik, Allah adalah pendengar yang lebih baik daripada mereka.

    Sentiasa sedar, Allah sentiasa mendengar rintihan kita walaupun kita hanya berbisik di dalam hati. Untuk memulakan rintihan, mulakanlah dengan menyeru ya Allah ya Sami’. Kemudian mulakan rintihan.

    2. Allah ya Basir (Yang Maha Melihat) memandang usaha untuk dekat dengan Dia

    Bukan Allah tidak nampak apa yang sedang kita lalui – menangis teresak-esak, merayu, merintih, hanya untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Allah nampak itu semua.

    Kuasa Allah, andai Dia menyatakan Kun Faya Kun, hilang semua masalah kita. Cuma adakalanya, Allah menangguhkan masalah itu selesai supaya kita dekat dengan Dia.

    3. Allah ya Qobidh (Yang Maha Menyempitkan) yang sempitkan kita

    Sesungguhnya Allah ya Qobidh yang menyempitkan kita – yang membuat kita rasa sangat terhimpit dengan masalah. Dia juga ya Basit (Yang Maha Melapangkan) yang boleh melapangkan kita.

    Dengan mengenali-Nya melalui 99 nama-nama Allah, insya-Allah kita akan dapat sedari sebuah kod kehidupan yang membuat kita akan sentiasa bersangka baik dengan Allah.

    4. Bersabar dan jangan tergesa-gesa

    Kata Prof. Madya Dr. Wan Maseri Wan Mohd. iaitu individu yang menyebarkan Teknik Asmaul Husna, “Doa adalah penyerahan bukan tuntutan”. Doa adalah perintah Allah terhadap hamba-Nya.

    Walaupun begitu, Allah tidak wajib memakbulkan doa kita. Berdoa adalah salah satu cara seorang hamba melaksanakan perintah-Nya. “Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah lama berdoa, tetapi tidak kunjung dikabulkan.” Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

    5. Jadikan sabar dan solat sebagai penolong

    “Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Surah Al Baqarah, ayat 153

    Ini mungkin nasihat cliche, tetapi itulah antara formulanya supaya kita sentiasa rasa bertuhankan Allah. Kenapa nama Allah ya Sabur di akhir sekali dalam susunan 99 Nama-nama Allah?

    Kerana Allah mahu kita bersabar dengan tiap aturan-Nya daripada sifatnya yang adakalanya menjatuhkan kita, memudaratkan kita. Baca dan fahami maksud tiap nama-nama Allah, anda akan faham maksud saya.

    6. Sibukkan diri

    Elakkan bersendirian. Sibukkan diri dengan menyertai apa-apa program kebajikan atau majlis ilmu agama, supaya kita tiada masa untuk fikir tentang masalah.
    Adakalanya apabila kita bersendirian, kita akan lebih kerap fikir tentang masalah sehingga buat kita selalu tertekan. Saya pernah dapat Private Message (PM) di Facebook yang dia berputus asa untuk berdoa kepada Allah.

    Dia tertekan kerana terlalu memikirkan masalahnya malah, membuat dia menghidap penyakit mental dan tekanan yang tinggi. Saya berikan solusi dengan zikir Penyucian Hati Dengan #TeknikAsmaulHusna.

    Alhamdulillah beberapa minggu selepas itu, dia mengatakan dia sudah semakin pulih daripada tekanannya.

    7. Teruskan mendekatkan diri dengan Allah

    Jangan ambil jalan pesong atau jalan yang Allah tidak suka. Ketika kita diuji, hati yang sempit kebiasaannya akan nampak yang negatif sahaja tentang Allah. Kita jadi seorang pesimis – selalu bersangka buruk.

    Akhirnya membuat kita tertekan dengan diri sendiri. Terus dekatkan diri dengan Allah seperti terus menunaikan solat 5 waktu, baca Al Quran.
    Walau sukar, berusaha untuk buat walau sedikit. Asalkan jangan tinggal semua. Paling malas, pasang ayat Al Quran, biarkan telinga kita dengar perkara-perkara yang baik untuk makanan rohani.

    8. Ketahui 3 cara Allah makbulkan doa kita

    i. Dimakbulkan serta merta
    Kita dapat sesuatu secara terus pada ketika kita berdoa untuknya.

    ii. Allah menunda doa kita sehingga sampai waktu yang sesuai
    Bukan Allah tidak memakbulkan doa kita cuma Allah tangguhkan ke suatu masa yang sesuai dalam pengetahuan-Nya.

    iii. Menundanya di akhirat
    Kita berdoa di dunia tetapi Allah beri ketika di akhirat. Sesungguhnya Allah lebih tahu masa yang tepat untuk memakbulkan doa kita lebih daripada kita mengetahuinya.

    9. Cari bahan ilmiah untuk mengatasi perasaan putus asa

    Boleh guna pak cik Google untuk mencari bahan ilmiah. Antara yang saya sarankan,
    i. Apa Yang Telah Diberi vs. Dengan Apa Yang Dipinta
    ii. Apabila Digerakkan Hati Untuk Berdoa
    iii. Kenalilah Tuhan Yang Mengujimu
    v. Video Jangan Berputus Asa: Kita Masih Punya Allah

    Secara tidak langsung dengan membaca dan menonton bahan ilmiah akan membuat kita bermuhasabah untuk tidak berputus asa sebaliknya, teruskan berdoa dan berharap hanya kepada Allah SWT.

    Insya-Allah apabila mempraktikkan 9 perkara ini ketika kita hampir berputus asa untuk terus berdoa untuk memohon pertolongan Allah, kita akan dapat semangat baru yang membina harap berterusan supaya sentiasa bersangka baik dengan Allah dan berdoa kepada-Nya.

    Source: binusrah

  • Woman Charged With Hurting Religious Feelings Of Her Neighbours In Tampines

    Woman Charged With Hurting Religious Feelings Of Her Neighbours In Tampines

    A woman was charged Wednesday (25 January) in the State Courts with hurting the religious feelings and harassment of her neighbours at an HDB block in Tampines last year.

    Lee Dji Lin, 63, faces one charge of wounding the religious or racial feelings of Marliah Jonet for throwing a piece of raw pork from a lift to outside the victim’s flat at Blk 247 Tampines Street 21 on 18 June 2016. If convicted, Lee faces a jail term of up to three years, or a fine, or both.

    The accused also faces two other charges of harassment. One charge alleged that Lee waved a pig-shaped figurine and shouted insults in Malay at one of Marliah’s daughters including “pig, pig, pig, piglet, one by one (your) children die” on 24 April 2016. The other charge alleged that Lee used a bamboo pole attached with a female underwear and swung it towards Marliah’s flat on 14 June 2016.

    Lee faces a fine of up to $5,000 for one harassment charge, and a jail term of up to six months, or a fine of up to $5,000, or both for the other harassment charge.

    In July last year, Yahoo Singapore interviewed Marliah about the incidents. According to Marliah, Lee had been harassing her family for six years.

    Former model Hanis Hussey, Marliah’s sister-in-law, posted a video on YouTube last year allegedly showing Lee being caught in the act.

    A woman was seen shouting in the direction of Marliah’s ninth-storey flat from a floor below in the video. She also used a water hose to spray water towards Marliah’s laundry poles. CCTV footage showed the woman throwing a plastic bag allegedly containing pork onto the corridor of Marliah’s flat.

    Marliah had reported the matter to the police and other relevant authorities about the incidents. She said that she had also sent an email to Prime Minister Lee Hsien Loong, who then referred her matter to the Tampines town council.

    Lee was ordered by the court to be remanded for two weeks to undergo psychiatric evaluation. When asked for her response to the court order, the petite and frail-looking Lee claimed that she was innocent.

    The case will be mentioned again on 8 February.

    Source: Yahoo

  • Komentar: Tolonglah Berubah Wahai Hijab*tch, Jangan Cemarkan Martabat Wanita!

    Komentar: Tolonglah Berubah Wahai Hijab*tch, Jangan Cemarkan Martabat Wanita!

    Nama aku Munni. Aku suka nama tu sebab watak Munni/Shahida dalam Bajraangi Bhaijan. Sekarang aku sedang sambung Master di sebuah universiti tempatan. Aku bermula daripada sijil jadi tempoh pengajian aku memang lama dan aku telah berdepan dengan macam-macam ragam manusia.

    Aku juga seperti orang lain. Pakai tudung tapi dada terjojol. Baju singkat, seluar ketat. Tapi perlahan-lahan aku berubah. Bukan hanya dari segi berpakaian, tapi dari segala segi. Sebab? Aku terkesan dengan kisah Allahyarham Ahmad Ammar yang semasa ayatnya diisi dengan kerja-kerja bermanfaat dan kepergiannya juga menghidupkan jiwa-jiwa yang lain. Ya. Kematian yang menghidupkan.

    Selain itu aku juga terkesan dengan perubahan Kak Fel (Fellina Butik), Diana Amir, MizzNina dan ramai lagi. Berpakaian mengikut syariat. Dan itu yang ingin kutekankan di sini. Sebagai seorang pelajar, aku malu dengan cara rakan-rakanku berpakaian. Apabila mereka berjalan, membuat perbentangan di hadapan kelas. Aduh. Aku yakin. Mata lelaki yang mungkin imannya setipis kulit bawang pasti meneroka setiap inci tubuh mereka dan bermulalah imaginasi tanpa henti.

    Aku ambil kesempatan untuk sentuh soal hijabista sikit. Sekitar dua tahun lepas, fesyen tudung Keknis menjadi viral. Ala, fesyen yang lilit tengkuk tanpa letak pin (ada juga yang letak pin). Yang tutup bahagian depan, tapi tak sepenuhnya dan bahagian belakangnya singkat ( kadang-kadang nampak leher dan bentuk tali bra). Jujur aku rimas dengan fesyen hijabista sebegini. Dan tahun lepas, bawal pucci pula menjadi tarikan. Yang tak sedap mata memandang bila tudung itu dililit dileher sehingga menampakkan dada. Yang jadi lagi sakit mata memandang bila mengenangkan si pemakai dulunya elok bertudung bawal ala-ala silang biasa berubah kepada pucci ala-ala tercekik leher itu. Kemudian berseluar ketat yang aku sendiri keliru itu seluar jeans atau legging sebab lebih kurang saja rupanya. Ikut trend katanya.

    Berubahlah. Aku mewakili kaum wanita yang lain merayu sangat-sangat kepada hijabista tak kira pelajar, model, selebriti, makcik-makcik, berpakaianlah mengikut syariat. Sudah ramai yang menggelar hijabista zaman sekarang sebagai hijabitch dan telinga aku panas bila mendengar. Jangan rendahkan martabat dan maruah kaum wanita. Tolong. Aku merayu.

    Maafkan aku andai coretan ini membuat hati kalian sakit, sentap atau apa sahaja. Semoga ianya menjentik hati seorang, sepuluh orang, atau berpuluh-puluh orang atau mungkin lebih daripada itu untuk melakukan perubahan. Aamiin.

    Source: KakiShare

deneme bonusu