To all parking wardens, please check the all the labels on the vehicle. Sometimes there are too many labels, so take your time to look through each and every one of them.
To all drivers, please display your parking labels correctly where visible to avoid getting any parking ticket from parking wardens.
Human errors do happen especially when you are tired or have an urgent need to run to the toilet. Not everyday our body and mind are in tip-top condition, right?
So take a chill pill and this matter can easily be resolved with just an email or a phone call.
Beberapa hari lalu sewaktu ada kerjaan di Singapore, saya ketemuan dengan seorang teman di daerah Ang Mo Kio Singapore. Karena sedang kangen dengan masakan Indonesia, maka saya minta teman tersebut mengajak saya makan rendang,masakan khas Padang yang biasa terdapat di restoran padang, seperti terdapat di food court Lucky Plaza Orchard rd.
Teman singapore saya siang itu tidak punya banyak waktu, ia sedang sibuk dengan proyeknya di bidang property. Bukannya ia membawa saya makan Rendang di restoran Padang, ia malah membawa saya makan Rendang di Burger King yang ada di mall Ang Mo Kio tersebut.
Teman saya mengatakan “Gak usah jauh-jauh makan rendang cari restoran padang, apalagi sampai ke Orchard rd, di Burger King juga ada burger dengan daging rendang ASLI rasa KHAS Singapore.“
Saya kaget juga dengan apa yang saya lihat “Haaaa, apa saya gak salah liat nih? Bukankah rendang asli Indonesia, tepatnya dari Padang?”
Teman saya menjawab “Jangan asal klaim, apa buktinya kalo Rendang asli Indonesia. Apa kalian punya hak paten atas rendang? Kami di Singapura sudah makan rendang sejak dulu. Makanya burger King saja berani katakan The Original Rendang Is Back, the taste of Singapore. Kalo menurut saya, Rendang itu asli Singapore. Kalian dari Indonesia aja suka ikut-ikutan.”
Mendengar perkataan teman tersebut, hati saya mendidih, jiwa nasionalisme saya tersentil, saya gak tinggal diam, lalu saya mengatakan kepada teman tersebut dengan semangat 45 ala ala Soekarno dulu “Kita memang berteman, tapi kalo bro mengklaim Rendang asli singapore, terpaksa mulai sekarang kita tidak berteman lagi. Saya yakin rendang itu asli Indonesia, asli Padang, semua restoran di Indonesia pasti menyediakan rendang. Kalo sampai restoran padang gak ada rendang, rasanya gak nendang.”
Mendengar jawaban aku yang serius, temanku jadi kaget, dan dengan suara pelan dan hati-hati dia mengatakan “Sabar bro. Masa gara-gara rendang kita jadi tak berteman. Ya sudah kita gak usah makan rendang singapore ini, nanti suasana jadi gak enak. Kita makan di restoran Jepang aja, sushi dan sashiminya terenak di Singapore, ada geishanya juga, tercantik di singapore. Yuk kita pergi dari Ang Mo Kio.”
Dengan senyum terkembang, saya menjawab “Ini baru namanya teman, ngerti banget sih bro.”
Kitapun meluncur ke restoran Jepang dimaksud.
Selamat siang Indonesia
Sumber: Dok. Pribadi
EDITOR’S NOTE
Jangan terlalu emosi. Ini kan cuma iklan sahaja dari Burger King.
Semua orang tahu rendang itu asal dari Padang. Memang banyak makanan yang kita makan di restaurant juga menghidangkan lauk-pauk Padang. Tidak usahlah isu seperti ini sampai orang Indonesia mahu sensitif pula dengan orang Singapura. Isu remeh ini.
Warga twitter di Singapura kecoh semalam apabila sebuah anak patung dengan mata di tutup dengan kain putih bertulisan ayat AL-Quran dijumpai diletakkan di tepi sebatang pokok di hougang, Singapura.
Apa yang menyeramkan, adalah wajah anak patung tersebut yang menyeramkan. Terdapat juga dakwaan anak patung yersebut bergerak-gerak dengan sendirinya!!
Menurut beberapa pengguna twitter, patung itu adalah milik seorang yg dikenali sebagai Narcosis (@S_chadenfreude) di laman twitter.
Menurut Narcosis, anak patung itu adalah kiriman pos dari seseorang.
Menurutnya lagi, anak patung itu bukan seperti anak patung biasa. ia sebenarnya berpuaka! beliau juga menerangkan mengapa mata anak patung itu harus ditutup dgn kain.
Ketika anak patung itu dijumpai di tepi pokok, seorang ustaz yang berpengalaman telah dipanggil untuk membantu.
Apa ada pada warna? Berbaju puteh bukan bermakna kita suci dan bersih dari sebarang dosa.. Dan berbaju pink tidak bermakna, kotor dan jijik…
Pelajar-pelajar Madrasah AlMaarif hari2 menggunakan warna pink dan putih? Adakah bermakna mereka menyokong LBGT dan pink dot kah?
Sedangkan warna putih juga symbol penyokong fanatik PAP…
Selagi kita berpegang kepada Syahadah kenapa pedulikan tentang warna pakaian sangat dan terkejar2 stop mereka? .. Cukupla sekadar spread awareness di acara forum. Tak perlu bertanding akan warna dan berkejar2..
Perlu ke copycat cara mereka sibuk sgt soal warna?
Saya sebenarnya ada membuat comment di salah satu posting…
White tu ikut sejarah Islam memanglah asal warna kesukaaan Rasulullah saw.
Dan ia juga warna favourite fanatik PAP juga..
Susahkan kita mahu tegakkan besarkan “soal warna” ni? Adakah kempen berwarna baju puteh gara2 ingin berlumba isu LBGT dan Pink dot dan hadirnya Ramadan saje?
Jika mahu dapat pahala sekalipun kenapa tidak mulakan hari ini setiap solat dan mengapa perlu tunggu Ramadan untuk bertaubat?
Bagi saya tak perlu a berkejar all out dan stop LBGT ni semua.. Yang mulakan ni semua siapa dan siapa mereka semua? Bukan orang Islam kita.. Sedangkan ramai orang Islam kita sendiri bukan perfect dan byk buat dosa juga. The most kita boleh nasihat jika berlaku depan mata kita saje.. Berdoa… Jika ikut cara Nabi saw, beliau tidak berkejar orang sampai mcm tu sekali.. Pernah tidak kita terbaca cara Nabi berdakwah seperti mahu serang atau “confrontional”?
Bagi saya mengadakan acara forum atau syarahan dan spread awareness, seperti biasa tu lebih baik..
Photo Credit: Abdul Malik Mohammed GhazaliCredit: Abdul Malik Mohammed Ghazali
EDITOR’S NOTE
Rilek1Corner would like to remind all our readers about the importance of observing good netiquette on the Internet, including on Rilek1Corner’s website, Twitter and Facebook Page.
Online posts are easy to dash off and virtually impossible to retract once published. Many people don’t realise the potential consequences of making fun of others especially public figures on social media such as Facebook and Twitter.
Netiquette is important as it reflects your character when using the web, thus affects the first impression people have on you when they see you on the web. When posting something on the web, ensure that there is no vulgarities/obscenities/any inappropriate content as that would cause people to think you are uncivilized and uneducated.
As Muslims and Malays, we are all well-known for being polite and courteous. Let’s continue to maintain our good image, shall we? 🙂
If we ever have that strong itch to slam and say nasty words to someone, think again about what happened to our friend who became famous for the wrong reason, landed himself into big trouble with the law, and became unemployed overnight.