Blog

  • Akibat Buruk Berzina

    Akibat Buruk Berzina

    Zina merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret pada arah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, hatta, walaupun hanya mendekatinya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah:

    1. Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa), buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu.

    2. Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.

    3. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.

    4. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.

    5. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.

    6. Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.

    7. Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.

    8. Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya.

    9. Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

    10. Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.

    11. Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.

    12. Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.

    13. Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.

    14. Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya. Namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.

    15. Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa. Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.

    16. Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.

    17. Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.

    18. Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.

    19. Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.

    20. Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.

    21. Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.

    Wallahualam. Semoga kita menjauhi perbuatan zina.

     

    Source: Islampos

  • KL Abam Lashes Out At Malaysians Who Don’t Know How To Care For Their Children

    KL Abam Lashes Out At Malaysians Who Don’t Know How To Care For Their Children

    And so the story has turned out that the fire that broke out at the tahfiz school, killing students and wardens, is now highly likely due to arson, by boys aged between 12 and 18 who are now in police custody. Allegedly because the boys from the tahfiz school chided them for taking drugs – syabu to be specific. And at the time of arrest, they have all been tested positive of the said substance. (added: or ganja) These boys went and stole gas tanks, filled containers with petrol, blocked the exit door with a mattress, set the gas tanks alight and ran off.

    A 12 year old. 12. A boy who’s supposed to have sat for UPSR but instead got himself involved in killing 20+ men and children. A 12 year old. Friends, this is the sad, sad reality. The disparity in lifestyle and education is still very wide, even in the heart of our capital. While kids on Jalan Ampang go to private schools, monitored closely by their parents, some kids a few hundred meters away in Keramat are high on drugs, with their parents either totally oblivious or not giving a fuck about their children’s whereabouts or activities. Yes, I say fuck. Because I’m angry. With the kids. But more so with their parents.

    If you think you’ll suck at raising children, if you think you don’t know what’s best for your children, then don’t have children. Because of your negligence, your lack of guidance, your nonchalant “ah biar lah diorang” attitude, other parents have lost theirs. But when your own children roam the streets at 3am in the morning, riding their bicycles recklessly in groups, in the middle of the road, and get mowed down by a motorist, you cry murder. No. They didn’t die because they got mowed down, they died because you let them loose at 3am to get mowed down.

    And fuck the rest of you who are against the death penalty for drug dealers. If they have zero, absolutely ZERO conscience when it comes to selling drugs to a 12 year old, then they deserve to die. You don’t even want to guide your children, and yet you expect them to become successful and support you when you’re old? Fucking wake up. You don’t deserve it. You created these monsters. Bila lah orang kita ni nak sedar. Sedih dok pikir. Sampai bila nak macam ni. Kalau tak nak jaga anak, jangan gatai nak beranak.

     

    Source: JN

  • House Near Yistana For Sale At SGD$460K

    House Near Yistana For Sale At SGD$460K

    Anybody interested to be a neighbour of newly elected President Halimah Yacob? Here’s your chance to be in the limelight, and have the chance to meet the President if you’re lucky enough. Good luck bidding for the house!

     

    Rilek1corner

  • Komentar: Hutang Pada Anak-Anak, Merekalah Penawar Duka Dan Lara Di Hati

    Komentar: Hutang Pada Anak-Anak, Merekalah Penawar Duka Dan Lara Di Hati

    I have to 100% agreed with someone who post about ‘hutang pada anak-anak.’

    Bukan jarang, tetapi selalu kita memarahi mereka saat kita berasa penat. Kita memarahi mereka padahal mereka belum benar-benar mengerti kesalahan yang telah mereka lakukan.

    Tetapi, seteruk mana pun kita perlakukan pada mereka, segarang mana pun kita pada mereka, sekuat mana pun kita memarahi mereka, mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya. Menghiburkan kita dengan tawa kecilnya, seseolah semuanya baik-baik saja, seseolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

    Anak-anak kita sering menyayangi kita meskipun kita tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada mereka disebabkan oleh kesibukan kita bekerja keras demi kebahagian mereka. Tetapi sebenarnya, anak-anak inilah yang membahagiakan kita ketika ketika penat dan merekalah penawar duka dan lara di hati kita.

    Kita selalu merasakan kita dapat menghiburan dan menghilangkan kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi, sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan. Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.

    Kita berhutang banyak pada anak-anak kita.
    Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?

    Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah comel mereka?

    Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu “lebih dewasa” dan “bijaksana” daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

    Seteruk mana pun kita sebagai orang tua, mereka tetap mencuba untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.

    Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita. Anak-anak yang menjadi mangsa setiap hari akibat dari cara buruk kita mengawal emosi. Anak-anak yang menanggung akibat dari tindakan dan keputusan buruk yang dibuat oleh ibu bapa mereka.

    Anak-anak kita mungkin terpaksa mengorbankan masa depan dan peluang mereka akibat kecuaian kita sendiri. Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita kasih sayang, kita masih menjadi hero di mata mereka dan mereka selalu mencuba membuatkan kita bahagia.

    Maka peluklah anak-anak kamu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka:

    “Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan”

    Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah SWT tidak berkati usaha kita. Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan merekalah yang boleh membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya. Selamat memeluk anak-anak kita. 😪

     

    Source: Facebook

  • Non-Chinese Students Not Accepted To Hwa Chong Art Elective Programme

    Non-Chinese Students Not Accepted To Hwa Chong Art Elective Programme

    Dear President Halimah Yacob,

    Please help me and the Non – Chinese Singaporeans understand why this injustice is still happening? I hope it will not be for the next 6 years only the faces of you and your spouse be the only Malay faces seen via frames on the wall in the Racist SAP school system.

    —–

    Conversation between a MOE teacher and an express science stream + higher art student from an all girls school:-

    Teacher: I am surprised you did not DSA (Direct School Admission) into any school.

    Student: I did but did not receive a response.

    Teacher: Where did you apply?

    Student: I applied to DSA at Hwa Chong Art Elective Programme.

    Teacher: Why did you apply to Hwa Chong in the first place? You’re not Chinese.

    Student: Ya but the programme is not conducted in Chinese.

    Teacher: Ya but you’re not even Chinese.

    — END —

     

    Source: R.

deneme bonusu